Seni Budaya di Kabupaten Kuningan Jawa Barat

3 Nov

1. Nama Kegiatan : Sapton dan Panahan Tradisional Penyelenggara : Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Lokasi : Kuningan Synopsis Kegiatan : Secara etimologi dan historis, bahwa kegiatan Sapton dan Panahan Tradisional adalah acara rutin setiap hari sabtu setelah kegiatan serba raga (sidang) yang dilaksanakan disekitar istana kerajaan Kajene (Kuningan) dan mempunyai makna yang dalam seperti heroisme, ketangkasan berkuda dan panahan dalam bela negara serta kebersamaan antara pemerintah dengan rakyatnya. Dalam upaya promosi kepariwisataan daerah dan pelestarian nilai-nilai budaya tradisional daerah serta memeriahkan hari jadi Kuningan, setiap tahun pada bulan September diselenggarakan Saptonan dan Panahan Tradisional.

2. Nama Kegiatan : Seren Taun Penyelenggara : Paseban Tripanca Tunggal (P. Djati Kusuma) Lokasi : Cigugur-Kuningan Synopsis Kegiatan : Upacara Seren taun merupakan upacara masyarakat agararis adalah penyerahan hasil panen yang diterima pada tahun yang akan berlalu serta salah satu media dalam mengungkapkan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas segala berkah yang telah diterima seiring dengan harapan agar dimasa yang akan datang, hasil panen seluruh anggota masyarakat dapat lebih melimpah lagi. Penyelenggaraan dimulai dengan upacara ngajayuk (menyambut) pada tanggal 18 Rayagung, kemudian dilanjutkan pada tanggal 22 Rayagung dengan upacara pembukaan padi sebagai puncak acara, dengan disertai beberapa kesenian tradisional masyarakat agraris sunda tempo dulu, seperti ronggeng gunung, seni klasik tarawangsa, gending karesmen, tari bedaya, upacara adat ngareremokeun dari masyarakat kanenes baduy, goong renteng, tari buyung, angkulung buncis doodog lonjor, reog, kacapi suling dan lain-lain yang mempunyai makna dan arti tersendiri, khususnya bagi masyarakat sunda.

3. Nama Kegiatan : Kawin Cai Penyelenggara : Desa Babakanmulya dan Desa Maniskidul Lokasi : Jalaksana-Kuningan Synopsis Kegiatan : Upacara Adat Kawin Cai merupakan tradisi masyarakat Desa Babakanmulya Kecamatan Jalakasana Kabupaten Kuningan untuk memohon air/turun hujan untuk mengairi lahan pertaniannya serta kebutuhan hidup lainnya, dilaksanakan apabila terjadi kemarau panjang atau sangat sulit untuk mendapat air antar bulan September, dengan mengambil lokasi searah intinya disumber mata air telaga balong Tirta Yarta pada malam Jum`at Kliwon yang pada pelaksanaannya selain dihadiri dan diikuti oleh pamong desa. Tokoh masyarakat dan masyarakat desa setempat juga oleh masyarakat desa tetangga yang lahan pertaniannya terairi atau memanfaatkan air yang berasal dari sumber mata air telaga/ Balong Dalem Tirta Yarta. Selesai berdo`a punduh/sesepuh desa mencampurkan air yang diambil dari mata air telaga/ Balong Dalem Tirta Yarta dengan air yang diambil dari mata air Cikembulan (Cibulan), inilah istilah yang dipakai masyarakat sebagai Upacara Adat Kawin Cai yang intinya mengambil barokah air dari dua sumber mata air.

4. Nama Kegiatan : Pesta Dadung Penyelenggara : Desa Legokherang Lokasi : Cilebak-Kuningan Synopsis Kegiatan : Seperti lazimnya kesenian tradisional lainnya kesenian ini tumbuh dan berkembang secara turun temurun sejak abad ke XVIII. Kesenian ini lahir di kalangan Budak Angon (Pengembala) yang intinya mengadakan syukuran setelah panen menjelang musim tanam tiba, sekitar bulan September. Dikatakan “Pesta Dadung” karena media yang digunakan dalam upacara yang sakral tersebut menggunakan Dadung (tali pengikat leher Kerbau atau Sapi).

5. Nama Kegiatan : Sintren Penyelenggara : LS. Dewi Supraba Pimp. DU. Sahrudin Lokasi : Cibingbin-Kuningan Synopsis Kegiatan : Sintren adalah jenis kesenian tradisional yang tumbuh dan berkembang secara turun temurun sejak ± tahun 1957. sintren berasal dari kata “ Sasantrian “ yang pada mulanya kesenian ini adalah merupakan seni hiburan rakyat yang sering di tampilkan pada sore hari sambil melepas lelah setelah seharian bekerja keras di sawah. Pada pertunjukannya peran sintren harus dibawakan oleh seorang gadis yang masih suci (belum adil balig). Begitu pula dengan pawang sintren tidak boleh diperankan oleh orang sembarangan, akan tetapi harus dibawakan oleh sesepuh semacam kiyai sehingga peran sintren yang sudah di ikat dalam kurungan akan dapat berubah memakai pakaian sintren dalam keadaan “Transparan”.

6. Nama Kegiatan : Cingcowong Penyelenggara : Pimp. Narwita Lokasi : Luragung-Kuningan Synopsis Kegiatan : Cingcowong adalah salah satu Upacara ritual untuk meminta hujan (zaman dulu)upacara in dilakukan pada saat musim kemarau panjang ± 3 bulan tardisi awal Cingcowong atau uapacara ritual ini dipercayi oleh masyarakat khususnya Kecamatan Luragung setiap datag kemarau upacara ritual Cingcowong selalu dilaksanakan agar lahan pertanian mereka terhindar dari kemarau dan turrun hujan.

JENIS SENI BUDAYA TRADISIONAL LOKASI Cingcowong,Upacara minta hujan Kecamatan Luragung Sintren Kecamatan Cibingbin Goong Renteng Kelurahan Sukamulya Tari Buyung & Seren Taun Kecamatan Cigugur Tayuban Kecamatan Ciniru Pesta Dadung Kecamatan Subang Gembyung Terbangan – Sandiwara Rakyat – Wayang Golek – Kuda Lumping – Reog Desa Cengal Calung – Tradisi Kawin Cai Kecamatan Jalaksana MAKANAN KHAS Keripik Gadung Emping Tangkil/Melinjo Peuyeum Ketan Angling Wajit Subang Leupeut Koecang Hucap (Kupat tahu kecap) Gemblong

CINDERAMATA

 Batu Onix

 Batu Granit

 Suiseki

Bonsai

Cincin

 Peti Antik

 Calung

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: